Terkuak, Ini Alasan Mbappe Amalkan Hadiah Piala Dunia 2018

Pemain Prancis, Kylian Mbappe, mengungkapkan alasannya menyumbangkan hadiah untuk amal kepada anak-anak penyandang cacat.

Pemain muda berusia 19 tahun itu mencetak empat gol di Piala Dunia 2018 sehingga mengantarkan Prancis menjadi juara untuk kedua kalinya. Sehingga membuat Mbappe mendapatkan hadiah ‘besar’ atas keberhasilannya tersebut.

Namun, mantan pemain AS Monaco itu ternyata memiliki sifat murah hati. Alih-alih menggunakannya untuk foya-foya, Mbappe memanfaatkannya dengan menyumbang 500 ribu dolar Amerika (Rp7,5 miliar).

Pemenang penghargaan pemain muda terbaik Piala Dunia 2018 ini menyumbangkan hartanya kepada badan amal Premiers de Cordees, yang mengatur kegiatan olahraga untuk anak-anak penyandang cacat dan Mbappe merupakan sponsor dari organisasi kemanusiaan.

Dilansir dari laman Sport Bible, yang diwawancarai dan tampil di halaman sampul majalah bergengsi TIME, memaparkan alasannya mengapa ia melakukan tindakan terpuji tersebut.

“Saya tidak perlu dibayar. Saya ada di sana untuk membela Timnas Prancis. Saya juga sudah mendapatkan banyak uang. Jadi saya pikir penting untuk membantu mereka yang membutuhkan,” ujar Mbappe.

“Banyak orang kurang beruntung, banyak orang menderita penyakit. Bagi orang-orang seperti kita, memberikan bantuan kepada orang lain bukanlah hal yang besar. Ini tidak mengubah hidup saya, tetapi itu mengubah mereka. Dan jika itu bisa mengubah mereka, itu adalah kebahagiaan tersendiri,”

“Saya memberikan uang itu kepada amal di mana saya menjadi sponsor, karena cacat adalah sesuatu yang sulit. Menunjukkan pada mereka bahwa mereka dapat melakukan olahraga seperti semua orang itu adalah sesuatu yang aku inginkan,” pungkasnya.

Pada Piala Dunia 2018, penampilan Mbappe bisa dibilang sangat istimewa. Dari tujuh laga yang dimainkan, Mbappe mampu mencetak empat gol, termasuk satu golnya ke gawang Kroasia di partai final yang berkesudahan dengan skor 4-2 untuk kemenangan Prancis.

Wonderkid Paris Saint-Germain mungkin menjadi salah satu pemain yang dibenci, akan tetapi kemampuan dan jiwa kemanusiaannya memang berhak mendapatkan pujian.

Be the first to comment

Leave a comment

Your email address will not be published.


*