Soal Dualisme PSMS Medan, Edy Rahmayadi Berikan Tanggapan

Mantan Ketua Umum PSSI, Edy Rahmayadi angkat suara mengenai dualisme yang sedang terjadi di klub Liga 2, PSMS Medan.

Logo dan nama PSMS sudah diperebutkan oleh kedua pihak sejak adanya dualisme di kubu PSSI beberapa tahun silam. Kedua pihak mengklaim memiliki hak atas klub kebangaan masyarakat Sumatera Utara itu.

Datangnya Edy Rahmayadi pada tahun 2015, atau yang saat itu menjabat Pangdam I/Bukit Barisan membuat PSMS dikelola olehnya.

Edy yang saat ini menjabat sebagai Gubernur Sumut menegaskan pihak yang mengklaim logo PSMS saat ini untuk tidak mengganggu tim berjuluk Ayam Kinantan tersebut.

“Logo itu milik sesepuh PSMS. Milik rakyat Sumut. Bukan milik perorangan. Sudah final PSMS milik rakyat Sumut,” tegasnya dalam pertemuan dengan suporter, pengurus dan mantan pemain PSMS di Gedung Bina Graha Pemprovsu, Jalan Diponegoro, Jumat (12/7/2019), dikutip dari laman JPNN.

Logo dan nama klub yang diperebutkan membuat PSMS kesulitan mendapatkan sponsor pada musim ini. Bahkan pada musim lalu mereka ditinggal salah satu sponsornya di tengah jalan.

“Ini aneh sekarang, ada orang yang melaporkan ke Polda Sumut. Bahwa PSMS ini punya dia. Ampun, Kapolda Sumut saya beritahu itu. Hei, Kapolda, saya sejak TK sudah dibawa ayah saya nonton ke Teladan, saya lahir tahun 1961, PSMS lahir 1950, dari dulu sudah dipake (logo) itu,” jelasnya.

Sempat promosi ke Liga 1 pada musim lalu, Tim Ayam Kinantan gagal lolos dari jeratan degradasi dan harus kembali bermain di Liga 2 pada musim ini.

Edy yang juga Ketua Dewan Penasehat PSMS ini meminta suprter kawal tim dan klub kebanggaan Kota Medan. “Kaulah (suporter) yang memiliki PSMS ini, kawal yang benar,” ujarnya.

Edy juga menyatakan rela siapapun yang ingin jadi Ketua Umum PSMS, sepanjang benar-benar mau mengurus klub ini.

“Siapapun yang mau jadi Ketua Umum PSMS kuresmikan. Kenapa? Karena PT itu samaku. Tak usah ribut-ribut. Hari ini kau minta tapi yakin mau besarkan itu, panggil notaris, tanda tangan. Ada yang mau pegang PSMS, sujud syukur saya. Tapi serius ya, jangan main-main. Kalau main-main kasihan sekali PSMS, kebanggaan Sumut,” jelasnya.

Be the first to comment

Leave a comment

Your email address will not be published.


*