Siasati FFP, PSG Pakai Klub Qatar untuk Rekrut Pemain Asal Jepang

Manuver Paris Saint Germain untuk menyiasati aturan keuangan UEFA atau lebih dikenal dengan Fair Play finansial berkaitan dengan seorang pemain Jepang, yakni Shoya Nakajima.

Pemain muda Jepang berusia 24 tahun itu adalah bintang Portimonense Portugis dan timnas Jepang, meskipun ia kehilangan peluang untuk tampil di Piala Asia 2019 pada menit terakhir karena cedera.

Beberapa klub besar tertarik padanya, dari Porto hingga yang terbaik di Liga Premier. Namun, orang yang akhirnya akan membawanya ke pasar musim dingin adalah klub Qatar, Al Duhail, usai mereka menebus 35 juta euro untuknya. Sebuah rekor transfer baru untuk pemain Jepang, dimana memecahkan rekor yang sebelumnya dipegang oleh Hidetoshi Nakata pada tahun 2001. Kala Parma membayar $29 juta kepada AS Roma.

Al Duhail sendiri sama seperti PSG, milik keluarga kerajaan Qatar, jadi tidak mengherankan jika penandatanganan itu bertujuan untuk memperkuat PSG dengan Nakajima dalam waktu dekat.

Al Duhail sendiri juga baru menunjuk mantan asisten Jose Mourinho yakni Rui Faria sebagai pelatih anyar. Mereka juga membawa bek Maroko, Mehdi Benatia dari Juventus.

Rintangan yang ditemukan PSG adalah aturan FFP dimana mereka tak bisa menanggung biaya besar tanpa terlebih dahulu melakukan penjualan yang menyeimbangkan neraca keuangan mereka.

Menggunakan klub satelit seperti Al Duhail adalah cara baru PSG untuk memperkuat tim dengan salah satu pemain terbaik di Asia saat ini.

Setelah dikeluarkan dari skuad untuk Piala Dunia musim panas lalu, Nakajima telah muncul sebagai salah satu generasi bintang Jepang berikutnya di bawah manajer baru Hajime Moriyasu.

Siasat ini juga sudah dilakukan beberapa klub dewasa ini, dari pemilik yang sama seperti Manchester City dan Girona atau Watford dan Udinese.

Be the first to comment

Leave a comment

Your email address will not be published.


*