Sarri Kritik Kebijakan Transfer Juventus

Kebijakan transfer Juventus rupanya tak membuat Maurizio Sarri senang. Sarri justru dipusingkan aksi beli tanpa jual Si Nyonya Tua. Kenapa?

Juventus dalam upaya mempertahankan supremasinya di Serie A serta coba untuk berjaya di Eropa, sudah mengeluarkan uang lebih dari 100 juta euro untuk memboyong sejumlah pemain seperti Matthijs de Ligt, Danilo, Luca Pellegrini, Merih Demiral, Adrien Rabiot, Aaron Ramsey and Gianluigi Buffon.

Tanpa para pemain itu saja, Juventus sudah sulit diadang di Italia, lalu bagaimana jika mereka bermain nantinya? Apalagi Juventus diperkirakan masih akan berburu pemain di sisa bursa transfer ini. Tapi tak selamanya kebijakan transfer Juventus itu menyenangkan semua pihak. Sarri justru tidak suka dengan aksi Direktur Olahraga, Fabio Paratici, yang terlalu fokus membeli pemain tanpa melihat skuat.

“Kami harus memangkas enam pemain dari skuat Liga Champions. Saya tidak membaca ini di manapun. Jika tidak, maka pilihannya begitu gila,” ujar Sarri di Sportskeda.

“Sisa 20 hari di bursa transfer akan sangat sulit untuk kami. Situasinya sulit dan memalukan karena kami berisiko mencoret pemain top dari skuat kami,” sambungnya.

“Ini situasi yang harus kami tuntaskan, dan bukan soal pilihan pelatih atau klub.” Sejauh ini Juventus memang belum melepas pemain secara masif. Baru Joao Cancelo dan Moise Kean, sementara skuat mereka masih terbilang gemuk dengan penumpukan pemain di posisi yang sama.

Nama-nama seperti Mattia Perin, Blaise Matuidi, Sami Khedira, Douglas Costa, Juan Cuadrado, Mario Mandzukic, dan Gonzao Higuain adalah nama-nama yang diperkirakan bakal dijual, tapi belum ada satupun yang sukses.

Belum lagi Paulo Dybala kabarnya juga ingin hengkang karena tak lagi dibutuhkan Sarri. Usaha menjual Dybala ke Manchester United dan Tottenham Hotspur gagal.

“Saya bisa bisa bicara soal itu, tapi pasar bergerak ke arah berbeda dan ucapan saya jadi sia-sia. Harus ada enam pemain dijual, tergantung pasar. Saya ingin mempertahankan mereka semua; problem kami adalah kami tidak punya cukup pemain didikan asli klub, jadi skuat di Liga Champions hanya diisi 22 pemain, plus tiga kiper. Itu menyulitkan kami, karena pasar akan membuat kami melakukan yang sebenarnya tidak diinginkan.”

Be the first to comment

Leave a comment

Your email address will not be published.


*