Jadwal Piala Afrika Berubah, Klopp: Bencana Buat Liverpool

Manajer Liverpool, Juergen Klopp, mengomentari perubahan jadwal di Piala Afrika 2021. Menurutnya, hal itu menjadi bencana buat pemain, termasuk The Reds.

Piala Afrika 2021 akan digelar pada musim dingin, tepatnya pada 9 Januari-6 Februari 2021. Sempat digelar pada musim panas di edisi 2019, kini Piala Afrika digelar lagi pada musim dingin. Perubahan jadwal dilakukan atas permintaan dasar tuan rumah, Kamerun. Alasan cuaca menjadi salah satu penyebabnya.

Hal itu membuat Klopp berkeluh kesah. Sebagai manajer yang punya tiga pemain dari Benua Afrika; Sadio Mane, Mohamed Salah, dan Naby Keita, hal itu dinilai merugikan timnya.

Klopp beralasan, gelaran Piala Afrika pada musim dingin membuat pemain kelelahan. Selain itu, para manajer akan berpikir ulang untuk mendatangkan pemain asal Afrika, sebab sudah tahu tidak akan bisa memainkannya pada pertengahan musim.

“Itu tidak membantu pemain Afrika. Kami tidak akan menjual Sadio, Mo atau Naby sekarang, karena mereka punya turnamen di bulan Januari dan Februari, tentu tidak, tetapi jika Anda harus membuat keputusan untuk mendatangkan pemain, itu masalah besar sebab tahu tidak bisa memilikinya selama 4 pekan sebelum musim bergulir,” kata Klopp, seperti dilansir Independent.

“Itu adalah proses yang normal. Sebagai klub, Anda harus memikirkan hal-hal seperti ini. Itu tidak membantu para pemain. Tetapi, keputusan ini dibuat tanpa bertanya ke pemain, manajer, siapa pun. Itu sebuah keputusan.”

“Sekarang mereka mengirim semua pemain ke musim dingin lagi, di tengah musim ke turnamen dalam keadaan yang berbeda, dan kembali dari Piala Afrika tidak mudah dilakukan. Namun kesejahteraan pemain tidak dipikirkan. Ini hal yang sangat penting,” jelasnya.

Selain Liverpool, sejumlah raksasa Liga Inggris punya beberapa pemain kunci asal Afrika. Sebut saja Arsenal yang punya Pierre-Emerick Aubameyang dan Nicolas Pepe, dan Riyad Mahrez di Manchester City.

Klopp melanjutkan, gelaran Piala Afrika 2021 menjadi bencana buat Liverpool sendiri. Manajer berusia 52 tahun itu berjanji akan terus menyuarakan kritiknya selama tidak ada perubahan.

“Piala Afrika yang kembali ke Januari, bagi kami, adalah bencana. Selain itu, kami sama sekali tidak punya kekuatan, jadi jika kami mengatakan tidak akan membiarkan pemain pergi, pemain akan ditangguhkan. Bagaimana mungkin sebuah perusahaan, yang membayar pemain, tidak bisa membuat keputusan si pemain harus tetap ada atau tidak?”

“Tetapi saya berbicara di sini dan tidak akan ada yang akan mendengarkannya. Ini seperti pemborosan waktu terbesar yang pernah ada. ‘Keluhan dari Liverpool’ atau apa pun sudah terbayang. Selama tidak ada perubahan, saya akan mengatakannya sepanjang waktu,” kata mantan pelatih Borussia Dortmund it

Be the first to comment

Leave a comment

Your email address will not be published.


*