Cerita Pilu Tammy Abraham Diserang Rasisme: Ibu Sampai Menangis

Tammy Abraham menjadi salah satu pemain yang diserang masalah rasisme musim ini. Striker muda Chelsea itu mengaku ibunya sampai menangis mengetahuinya.

Di awal musim 2019/2020, serangan rasisme ke pesepakboa bermunculan. Selain dua pemain Manchester United Paul Pogba dan Marcus Rashford, Abraham sudah kena lebih dulu.

Pemain 21 tahun itu diserang rasisme usai gagal mengeksekusi penalti di Piala Super Eropa kontra Liverpool, 15 Agustus 2019, yang mana Chelsea kalah adu penalti 4-5 di laga tersebut. Abraham banyak dilecehkan di media sosial, yang rupanya membuat ibunya sampai menangis.

“Aku ingat ketika bicara dengan ibu, dia begitu emosional, dia berurai air mata,” jelas Abraham saat diwawancara CNN International.

“Dia hanya berpikir, ‘kenapa dia.’ Itu jelas tidak menyenangkan, melihat putranya mendapat pelecehan.”

“Bagiku, aku adalah karakter yang kuat. Itu tidak terlalu memengaruhiku, tapi tentu memengaruhi orang-orang yang tidak punya pribadi sepertiku,” ujarnya.

Tammy Abraham sendiri tampil apik bersama Chelsea di Liga Inggris 2019/2020. Ia sudah mencetak 4 gol dari 4 laga perdananya.

Be the first to comment

Leave a comment

Your email address will not be published.


*