Bangun Stadion Tak Sekilat Bikin Lemper, Persija Musafir 3-4 Tahun Lagi

Harapan Persija Jakarta untuk tak menjadi tim musafir musim ini sulit tercapai. Macan Kemayoran diprediksi memiliki stadion sendiri sekitar tiga atau empat tahun lagi.

Sepanjang Liga 1 musim 2018, Persija kerap menjadi tim musafir, meskipun mendaftarkan Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) sebagai markas. GBK cukup sibuk tahun ini saat Indonesia menjadi tuan rumah Asian Games 2018.

Saat tak bisa menggunakan SUGBK, Persija berpindah-pindah markas. Dari Stadion Sultan Agung di Bantul, Stadion Patriot Candrabhaga di Bekasi, Stadion Wibawa Mukti di Cikarang, juga bermain kandang di Stadion Pakansari di Bogor.

Persija juga dua kali berkandang di markas Bhayangkara, Stadion PTIK, Kebayoran Lama, Jakarta Baru, Jakarta Selatan.

Pilar Persija, Marko Simic, berharap Persija tak lagi menjadi tim musafir musim depan. Motivasinya tampil di stadion lain sebagai kandang tak sebesar saat manggung di GBK.

Tapi, harapan Simic tak akan terwujud dalam waktu singkat. Besar kemungkinan Persija akan tetap menjadi tim musafir musim depan.

“Kami dari awal selalu ngomong seperti itu, kami enggak perlu ngomong sudah dibuatkan dan sekarang sudah di-approve,” kata Direktur Utama Persija Jakarta, Gede Widiade, dalam acara dengan sponsor Specs baru-baru ini.

“Kami buktikan kepada beliau agar Persija dibuatkan stadion. Harapannya pembangunan segera dimulai, karena bikin stadion enggak seperti bikin lemper, siap-siap menderita 3-4 tahun menjadi musafir,” dia menambahkan.

Be the first to comment

Leave a comment

Your email address will not be published.


*