Apa yang Terjadi Jika PSG Tersingkir dari Liga Champions?

Paris Saint-Germain bisa saja tersingkir jika kalah dari Liverpool di matchday kelima Grup C Liga Champions. Lantas, bagaimana jika itu benar terjadi?

PSG akan menjamu Liverpool di Parc des Princes, Kamis (29/11/2018) dinihari WIB. Kedua tim butuh kemenangan untuk menjaga peluang lolos ke 16 besar.

Les Parisiens saat ini ada di posisi ketiga dengan lima poin. PSG kalah satu angka dari Napoli dan Liverpool yang ada di posisi kesatu dan kedua. Di posisi keempat ada Red Star Belgrade dengan empat poin.

Dengan poin yang sangat rapat itu, PSG tak boleh kalah dari Liverpool. Jika kalah, Les Parisiens bisa tersingkir andai di laga lainnya Napoli menang atas Red Star.

Terdepaknya PSG tentu bakal menjadi bencana besar, sebab mereka punya dua pemain termahal di dunia, yakni Neymar dan Kylian Mbappe. Dua pemain itu didatangkan demi memenuhi hasrat untuk jadi yang terbaik di Eropa.

Dalam dua musim terakhir ini, PSG selalu tersingkir di babak 16 besar. Artinya, kalau PSG terdepak maka akan jadi capaian terburuk dalam enam musim terakhir.

Pengaruhnya bahkan bisa lebih besar. PSG akan kehilangan banyak uang dari Liga champions karena butuh banyak uang agar tercegah dari Financial Fair Play (FFP). Musim lalu, PSG dapat 62 juta euro dari Liga Champions.

UEFA saat ini tengah melakukan investigasi terkait belanja PSG yang jor-joran selama lima musim terakhir. Termasuk pembelian Neymar dari Barcelona, yang menghabiskan dana sebesar 222 juta euro.

UEFA curiga jumlah belanja PSG tak sebanding dengan pemasukan yang didapat, sehingga membuat jurnal keuangan klub asal Ibukota Prancis ini tak seimbang. Jika terbukti melanggar regulasi FFP, PSG bisa mendapat sanksi berat dari UEFA.

Masalah semakin kompleks dengan kecurigaan UEFA atas kerja sama PSG dengan Qatar Tourism Association. Otoritas pariwisata Qatar itu dianggap punya kesepakatan kerja sama yang dinilai berlebihan dengan gelontoran uang 145 juta euro ditambah 60 juta euro lebih per musim. Nilai itu dianggap tak masuk akal dengan nilai komersial aslinya.

PSG berusaha meyakinkan bahwa kontrak dengan Qatar Tourism Association bukanlah sponsorship, tetapi nation branding untuk mempromosikan Qatar.

Untuk mengatasi hal terburuk itu, PSG mau tak mau harus menjual Neymar atau Mbappe pada musim panas 2019. PSG tahu bahwa mereka membutuhkan sumber pendapatan baru bahkan jika sanksi yang dijatuhkan tidak berat.

Nah, bisakah PSG bertahan lebih lama di Liga Champions untuk terus menjaga pemasukan keuangannya?

Be the first to comment

Leave a comment

Your email address will not be published.


*